DI UJUNG MALAM YANG SEMAKIN TUA
Kehidupan, tak selalu berseri seperti yang mereka tulis di papan-papan harapan. Kadang ia datang dalam bentuk dingin yang menusuk seperti selimut basah di bawah langit yang menangis Menyaksikan relung penderitaan anak sang pewaris. Ada malam yang semakin tua, menyusutkan cahaya hingga hanya tersisa bayang-bayang panjang dan suara detak jantung yang berdetak seperti bisikan takut dalam lorong kegelapan. Aku pernah terbaring di samping air got kadaluarsa yang aromanya lebih jujur dari janji-janji yang mereka lempar dari mimbar emas dan balkon bercahaya. Mereka tak tahu rasanya, berjalan tanpa kaki yang kuat, berharap tanpa tempat berteduh, hidup tanpa pilihan selain terus menggenggam luka dan menjadikannya alasan untuk tetap bangun esok pagi.