DI UJUNG MALAM YANG SEMAKIN TUA

Kehidupan,
tak selalu berseri seperti yang mereka tulis di papan-papan harapan.
Kadang ia datang
dalam bentuk dingin yang menusuk
seperti selimut basah di bawah langit yang menangis
Menyaksikan relung penderitaan anak sang pewaris.

Ada malam yang semakin tua,
menyusutkan cahaya
hingga hanya tersisa bayang-bayang panjang
dan suara detak jantung
yang berdetak seperti bisikan takut dalam lorong kegelapan.

Aku pernah terbaring
di samping air got kadaluarsa
yang aromanya lebih jujur
dari janji-janji yang mereka lempar
dari mimbar emas dan balkon bercahaya.

Mereka tak tahu rasanya,
berjalan tanpa kaki yang kuat,
berharap tanpa tempat berteduh,
hidup tanpa pilihan selain terus menggenggam luka
dan menjadikannya alasan untuk tetap bangun esok pagi.

Postingan populer dari blog ini

gerimis dalam jiwa

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

REL KERETA TUA