LETIH YANG TAKBERUJUNG

Aku berjalan
di lorong waktu yang tak pernah pulang,
mengais cahaya
di antara reruntuhan harap yang retak pelan.

Langit menua di mataku,
sementara malam
tak lagi bicara selain diam yang menggigilkan dada.
Adakah yang tahu
betapa beratnya bernapas tanpa arah?

Aku letih...
bukan karena langkah,
tapi karena tak ada tempat yang benar-benar menunggu.

Dahulu aku punya tawa,
kini hanya suara napas
yang mengendap di sela-sela doa.

Aku mencintai hidup
seperti debu mencintai angin 
dibawa ke mana saja,
asal tidak sendirian.

Namun dunia terlalu sunyi untuk mengerti
dan terlalu ramai untuk peduli.
Maka biarlah aku tetap di sini,
menggenggam waktu dengan tangan yang gemetar,
mencari arti
dari letih yang tak kunjung berakhir.

Postingan populer dari blog ini

gerimis dalam jiwa

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

REL KERETA TUA