Entri yang Diunggulkan

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

Gambar
--- Pagi itu, udara terasa segar setelah hujan semalam. Embun masih menempel di ujung daun, dan suara ayam peliharaan mulai ramai di belakang rumah. Gadis itu baru saja selesai menyapu halaman saat ibunya memanggil dari dalam rumah. “Ndok… ada tamu.” Ia melangkah ke ruang tamu dengan langkah santai. Tapi langkahnya terhenti di ambang pintu. Di sana, lelaki itu duduk rapi, mengenakan kemeja putih yang jarang dipakainya, celana hitam, dan wajah yang sedikit pucat mungkin karena gugup. Di sampingnya, ada dua orang: ibunya, dan seorang paman dari kota. Gadis itu tercekat. Pandangan mereka bertemu. Lelaki itu tidak senyum seperti biasa wajahnya serius, tapi matanya tetap hangat. “Aku datang… bukan cuma untuk ngobrol atau ngopi,” katanya pelan. “Aku datang untuk minta izin.” Gadis itu menelan ludah. Matanya mulai berkaca-kaca. “Aku tahu hidup kita nggak mewah, nggak sempurna. Tapi aku mau kita jalanin bareng. Aku mau bangun pagi dan ngelihat kamu lagi masak air. Aku m...

ABOUT page

TENTANG GORESANPENA DALAM SEBUAH TINTA ASMARA

"Di antara huruf yang merindu dan kata yang bersemayam, ada cerita yang menunggu untuk dibaca..."

Siapa Kami?

GORESANPENA dalam sebuah TINTA ASMARA adalah ruang sunyi yang dihidupi oleh kata-kata. Sebuah blog sastra yang lahir dari hasrat untuk mengabadikan gejolak jiwa dalam bentuk:

  • Puisi yang merangkul sunyi,
  • Cerpen yang menyimpan ribuan makna,
  • Prosa yang mengalun seperti nyanyian,
  • Cerubug tentang kisah hidup yang tertuliskan.

Di sini, kami percaya bahwa setiap kata adalah cermin dari jiwa yang gelora.

Kenapa Blog Ini Ada?

"Ada cerita yang hanya bisa disampaikan lewat metafora, ada perasaan yang hanya bisa diungkapkan lewat bait."

Blog ini hadir untuk:

  1. Menjadi pelabuhan bagi mereka yang ingin berlabuh dalam dunia imajinasi.
  2. Mengabadikan fragmen kehidupan yang mungkin mirip dengan kisah Anda.
  3. Membangun komunitas pencinta sastra yang hangat dan saling menghargai.

Siapa Di Balik Layar?

GORESANPENA dalam sebuah TINTA ASMARA ditulis oleh sastra diwangkara_choirunnisa, seorang:

  • • Penikmat kopi dan hujan,
  • • Pengumpul kata-kata yang tersesat,
  • • Pecinta kisah-kisah manusiawi.

"Aku hanya seorang penulis yang mencoba memahami dunia lewat baris-baris yang kadang tidak cukup jelas."Kata-kataku terbungkus tinta, karna rinduku tak bisa disimpan… Jika puisiku dianggap racun, Biarlah ia tumbuh jadi bunga liar di kemudian…

Bagaimana Anda Bisa Terlibat?

  1. Baca dan resapi karya-karya di sini dengan hati.
  2. Tinggalkan komentar atau kritik konstruktif.
  3. Hubungi kami jika ingin berkolaborasi atau sekadar berbagi cerita.

Filosofi Nama "GORESANPENA dalam sebuah TINTA ASMARA"

"Goresanpena" mewakili gejolak, semangat, dan kedalaman.
"dalam sebuah tinta asmara" adalah cinta, kerinduan, dan segala rasa yang tak terucap dalam diri penulis.

Di sini, kami menulis bukan hanya dengan tinta, tapi juga dengan jiwa.

Temukan Kami Di:

📧 Email: penarindu55@gmail.com

📖 Blog: penarindu55.blogspot.com

"Terima kasih telah mampir. Mari kita bertemu di antara baris-baris yang tak terkatakan."

Postingan populer dari blog ini

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

PENGORBANAN SEBUAH JANJI...eps.3

Dalam Sunyi yang Menghujam