Postingan

Entri yang Diunggulkan

DUA JIWA, SATU TAKDIR...eps.1

Gambar
Jejak di ujung senja Langit senja merendah, menumpahkan gerimis yang membasahi tanah liat di sepanjang tepian pematang sawah. Udara dingin menyusup melalui celah kemejanya, membawa aroma tanah basah yang berpadu dengan wangi jerami tua yang perlahan melapuk. Di tempat itulah sang pemuda berdiri seorang diri. Ia terdiam tanpa arah yang pasti, membiarkan rintik hujan membasuh wajahnya yang tampak lelah. Di hadapannya, hamparan sawah membentang luas dalam balutan kabut tipis yang turun merayap dari kaki bukit. Garis-garis pematang perlahan mengabur, melebur bersama warna kelabu senja yang kian tenggelam di balik cakrawala. Namun, di tengah kesunyian sore itu, pandangannya mendadak terpaku pada sesuatu. Di ujung pematang, tak jauh dari deretan pohon bambu yang berdesir lirih ditiup angin, sesosok bayangan tampak berdiri. Seorang gadis. Parasnya begitu jelita, seolah menyimpan cahaya tersendiri di antara temaram senja. Sisa sinar matahari yang menembus tirai kabut menyentuh waja...

PELANGI CINTA DI UFUK SENJA...eps.14

Gambar
Di bawah naungan malam, ketika embun masih menggantung di ujung dedaunan dan angin berembus membawa bisikan masa silam, perlahan tirai kisah itu mulai tersingkap. Tiga manusia menjalani kehidupan dalam dunia yang berbeda, tanpa menyadari bahwa langkah mereka sedang diarahkan menuju satu rahasia yang sama: luka masa lalu yang hingga kini belum menemukan ujungnya. Di sebuah desa terpencil, Haryo menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari masa lalunya. Dahulu, ia adalah pengacara senior yang disegani di ruang-ruang sidang kota. Namun, sebuah peristiwa janggal perlahan menyeretnya ke dalam pusaran kecurigaan yang sulit ia abaikan. Dan di antara debu jalanan dan desir dedaunan, lelaki itu menyimpan sesuatu jauh di lubuk hati nuraninya. Sebuah rahasia yang selama ini terkubur rapat, tetapi perlahan mulai mengusik ketenangan batinnya. Semakin keras ia berusaha melupakan, semakin kuatpula bayang-bayang itu mengikuti di setiap langkahnya. Sementara di tengah gemerlap kota metropolitan, Darta me...

Dalam Pusara Waktu

Gambar
"Di bawah temaram cahaya senja, lelaki tua itu masih duduk di dermaga. Ingatannya sesekali kembali pada sebuah perahu yang dahulu membawanya pulang bersama sang istri. Kini, hanya suara papan dermaga yang berderit pelan, seolah menjadi teman bagi seseorang yang telah lama terbiasa berbincang dengan kesunyian." Ia tahu persis bahwa perahu itu tidak akan pernah kembali berlabuh dengan sosok wanita yang sama. Ia tahu detik demi detik yang ia habiskan di dermaga itu tidak akan mampu mengembalikan masa muda, gelak tawa di meja makan, atau kehangatan tangan yang dulu menggenggamnya. Namun, alih-alih mengamuk pada takdir atau meronta meminta waktu diulang, ia memilih duduk di sana. Menikmati kesendirian, bagaikan meminum racun penenang_perih, namun itu hanyalah satu-satunya cara yang tersisa untuk tetap merasa terhubung dengan apa yang paling ia cintai di dunia ini .

PELANGI CINTA DI UFUK SENJA...eps.13

Gambar
Gedung pencakar langit L.42 Pagi itu, Haryo kembali mendatangi kantor desa dengan membawa salinan dokumen yang ditemukan sehari sebelumnya. Ia telah menghabiskan sebagian besar malam untuk membandingkan tanggal dan keterangan di dalamnya. Semakin lama diperiksa, semakin jelas bahwa dokumen itu tidak cukup untuk menjelaskan peristiwa yang sedang diselidikinya. Namun, ada satu hal yang menarik perhatiannya. Catatan mengenai kecelakaan itu tampaknya pernah menjadi bagian dari berkas yang lebih besar. Pada sudut bawah kertas terdapat nomor pencatatan yang berbeda dari nomor arsip lainnya. Nomor itu mungkin hanya menunjukkan pemindahan berkas. Tetapi bisa juga menjadi petunjuk mengenai tempat penyimpanan dokumen sebelumnya. Haryo ingin memastikan. Setibanya di kantor desa, ia kembali menemui petugas yang membantunya kemarin. "Maaf mengganggu lagi, Pak. Saya ingin menanyakan sesuatu mengenai dokumen yang kemarin saya periksa." Petugas itu mempersilakannya duduk. Haryo me...

PELANGI CINTA DI UFUK SENJA...eps.12

Gambar
ketulusan di ujung harapan. Sang surya tergelincir dalam peraduannya, meninggalkan semburat jingga yang perlahan memudar di balik punggung bukit. Senja merayap turun, menyelimuti desa dengan selendang temaram, seakan hendak meredam segala hiruk-pikuk dunia dan mengubur kegelisahan yang sejak pagi tak kunjung menemukan muaranya. Haryo kembali menyusuri jalan kecil menuju rumah Rukayah. Udara desa masih sejuk. Beberapa warga terlihat menyapu halaman, sementara asap tipis mengepul dari dapur-dapur rumah yang mulai menyiapkan sarapan. Di tangannya terdapat sebuah buku catatan dan salinan kecil dari salah satu dokumen yang ditemukan dalam arsip lama.Ia tidak datang dengan harapan akan mendapatkan jawaban lengkap. Pengalaman mengajarinya bahwa ingatan seseorang tidak bisa dipaksa muncul hanya karena pertanyaan diajukan berulang kali.Terlebih jika ingatan itu berkaitan dengan sesuatu yang telah lama ingin dilupakan. Ketika Haryo tiba, Rukayah sedang duduk di teras. Perempuan tua itu tampakn...

Postingan populer dari blog ini

PELANGI CINTA DI UFUK SENJA...eps.9

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

PENGORBANAN SEBUAH JANJI...eps.4