DUA JIWA, SATU TAKDIR...eps.1
Jejak di ujung senja Langit senja merendah, menumpahkan gerimis yang membasahi tanah liat di sepanjang tepian pematang sawah. Udara dingin menyusup melalui celah kemejanya, membawa aroma tanah basah yang berpadu dengan wangi jerami tua yang perlahan melapuk. Di tempat itulah sang pemuda berdiri seorang diri. Ia terdiam tanpa arah yang pasti, membiarkan rintik hujan membasuh wajahnya yang tampak lelah. Di hadapannya, hamparan sawah membentang luas dalam balutan kabut tipis yang turun merayap dari kaki bukit. Garis-garis pematang perlahan mengabur, melebur bersama warna kelabu senja yang kian tenggelam di balik cakrawala. Namun, di tengah kesunyian sore itu, pandangannya mendadak terpaku pada sesuatu. Di ujung pematang, tak jauh dari deretan pohon bambu yang berdesir lirih ditiup angin, sesosok bayangan tampak berdiri. Seorang gadis. Parasnya begitu jelita, seolah menyimpan cahaya tersendiri di antara temaram senja. Sisa sinar matahari yang menembus tirai kabut menyentuh waja...