Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Entri yang Diunggulkan

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

Gambar
--- Pagi itu, udara terasa segar setelah hujan semalam. Embun masih menempel di ujung daun, dan suara ayam peliharaan mulai ramai di belakang rumah. Gadis itu baru saja selesai menyapu halaman saat ibunya memanggil dari dalam rumah. “Ndok… ada tamu.” Ia melangkah ke ruang tamu dengan langkah santai. Tapi langkahnya terhenti di ambang pintu. Di sana, lelaki itu duduk rapi, mengenakan kemeja putih yang jarang dipakainya, celana hitam, dan wajah yang sedikit pucat mungkin karena gugup. Di sampingnya, ada dua orang: ibunya, dan seorang paman dari kota. Gadis itu tercekat. Pandangan mereka bertemu. Lelaki itu tidak senyum seperti biasa wajahnya serius, tapi matanya tetap hangat. “Aku datang… bukan cuma untuk ngobrol atau ngopi,” katanya pelan. “Aku datang untuk minta izin.” Gadis itu menelan ludah. Matanya mulai berkaca-kaca. “Aku tahu hidup kita nggak mewah, nggak sempurna. Tapi aku mau kita jalanin bareng. Aku mau bangun pagi dan ngelihat kamu lagi masak air. Aku m...

arsip luka yang tak pernah usang

Di sudut ingatan yang berdebu, aku menemukan diriku terlipat seperti surat lama yang tak pernah sempat dikirimkan. Waktu adalah hujan yang tak tahu berhenti, ia meluruhkan wajah-wajah yang dulu kupanggil rumah kini tinggal bayang di kaca retak. Aku berjalan di lorong kenangan, dindingnya dilapisi suara tawa yang telah berubah menjadi gema, dingin, dan asing. Hatiku adalah jam tua yang jarumnya patah di detik perpisahan, berdetak hanya untuk mengulang apa yang tak bisa diperbaiki. Dan kau adalah senja yang terlalu cepat tenggelam, meninggalkan langitku dalam warna yang tak sempat kupahami. Kini aku hanya penjaga museum luka, mengelap debu dari kenangan yang terus hidup, meski aku sudah lama mati di dalamnya.