LANGKAH YANG TERASINGKAN

Aku adalah hujan
yang jatuh diam-diam,
mencium tanah
yang tak pernah menungguku.

Langit tak memberi isyarat,
angin pun enggan bercerita 
aku datang hanya sebagai sepi
yang mencari peluk di balik debu.

Tanah itu dingin,
kering,
keras,
tak lagi mengingat aroma
tetes pertama yang pernah membuatnya hidup.

Namun aku tetap jatuh,  
tanpa undangan,  
tanpa janji 
hanya ingin menjadi rindu  
yang membasahi parut luka yang mengering.  

Dan saat fajar menyingsing,  
aku akan menguap,  
hanya tinggalkan bekas  
yang mungkin tak kan dikenang.

Postingan populer dari blog ini

gerimis dalam jiwa

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

REL KERETA TUA