LANGKAH YANG TERASINGKAN
Aku adalah hujan
yang jatuh diam-diam,
mencium tanah
yang tak pernah menungguku.
Langit tak memberi isyarat,
angin pun enggan bercerita
aku datang hanya sebagai sepi
yang mencari peluk di balik debu.
Tanah itu dingin,
kering,
keras,
tak lagi mengingat aroma
tetes pertama yang pernah membuatnya hidup.
Namun aku tetap jatuh,
tanpa undangan,
tanpa janji
hanya ingin menjadi rindu
yang membasahi parut luka yang mengering.
Dan saat fajar menyingsing,
aku akan menguap,
hanya tinggalkan bekas
yang mungkin tak kan dikenang.