Rintihan jiwa pendosa
Oh jiwa,
kau sedang gundah gulana di pagi yang indah ini.
Apa yang membuat tawamu tertahan
bagai kelopak bunga
yang enggan mekar oleh cahaya pagi
Mungkinkah…
di sana ada rindu yang kau sembunyikan,
yang tak kau izinkan menangis
Biarlah begitu,
karena waktu akan tetap berjalan,
mengiringi lampu-lampu jalan
yang perlahan padam.
Tenanglah…
kau akan kubawa pulang hanya lewat jalan-jalan sunyi ,dalam bait rintihan jiwa pendosa yang memohon ampunan jagat penguasa semesta.