Nafasku

Biarkan aku terus bersair
mengalahkan kata-kata yang tak sempat tumpah,
karena dadaku penuh sesak
haus akan kebebasan yang tak kunjung datang.

Butir-butir sajakku mungkin tak lagi indah,
sebab ruang ini terlalu sempit,
menekan tiap desah napas,
hingga terasa berat memikul sunyi.

Aku hanya ingin rindu ini dimengerti,
bukan sekadar didengar,
tapi dirasakan…
seperti nyanyianmu yang dulu meredam badai di jiwaku.

Aku tak meminta pintu dibuka selebar harapan,
cukup secelah
untuk napasku bisa masuk,
dan rinduku bisa pulang.

Entri yang Diunggulkan

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

--- Pagi itu, udara terasa segar setelah hujan semalam. Embun masih menempel di ujung daun, dan suara ayam peliharaa...