RINDU DI ANTARA BINTANG
Rindu yang aku pendam lama,
tak pernah benar-benar kurasakan.
Begitu juga dengan irama suaramu,
kini semakin menjauh,
terhempas bersama angin di waktu petang.
Jiwa hampa terus memandang bintang-bintang,
berharap dirimu ada di sana
di antara cahaya yang redup namun setia.
Rindu yang kau tinggalkan,
tak berjejak,
namun membekas perlahan.
Aku menulis namamu di awan,
tapi awan tak pernah diam,
tak tahu cara kembali.
Malam tak lagi bicara,
bulan yang indah hanya diam,
menyaksikan luka yang kutahan.
Dan aku,
masih di sini...
menunggu sesuatu yang tak pasti.
Dan jika waktu memaksaku melupakan,
biarlah bintang-bintang jadi saksi
bahwa aku pernah menunggu,
lebih lama dari yang engkau kira.