Entri yang Diunggulkan

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

Gambar
--- Pagi itu, udara terasa segar setelah hujan semalam. Embun masih menempel di ujung daun, dan suara ayam peliharaan mulai ramai di belakang rumah. Gadis itu baru saja selesai menyapu halaman saat ibunya memanggil dari dalam rumah. “Ndok… ada tamu.” Ia melangkah ke ruang tamu dengan langkah santai. Tapi langkahnya terhenti di ambang pintu. Di sana, lelaki itu duduk rapi, mengenakan kemeja putih yang jarang dipakainya, celana hitam, dan wajah yang sedikit pucat mungkin karena gugup. Di sampingnya, ada dua orang: ibunya, dan seorang paman dari kota. Gadis itu tercekat. Pandangan mereka bertemu. Lelaki itu tidak senyum seperti biasa wajahnya serius, tapi matanya tetap hangat. “Aku datang… bukan cuma untuk ngobrol atau ngopi,” katanya pelan. “Aku datang untuk minta izin.” Gadis itu menelan ludah. Matanya mulai berkaca-kaca. “Aku tahu hidup kita nggak mewah, nggak sempurna. Tapi aku mau kita jalanin bareng. Aku mau bangun pagi dan ngelihat kamu lagi masak air. Aku m...

Singgasana kerinduan

Langit biru yang bening tanpa cela perlahan memudar.
Dan di pelupuk malam yang kusam ini,
aku mengeja namamu
dari remah bayang-bayang.

​Ada sembilu di sela rindu merayap pelan,
menatapi bayang-bayang tua
yang kian menjauh dan menghilang.
Betapa hening ini begitu bising,
mengetuk dada yang hampa,
hingga gema kenangan
tak pernah menemukan penawar.

​Air mata yang luruh malam ini
bukan lagi tentang kepergianmu,
melainkan tentang diriku tertinggal di celah masa lalu
Menjelma bagai fosil kesedihan
yang lupa caranya beranjak.

​Bila kelak gerimis ini reda,
jangan cari aku di balik pelangi.
Aku telah lebur menjadi abu yang tenang,
ditiup angin 
ke ceruk yang paling sunyi,
tempat segala penjuru berdiam,
Di sanalah segala rindu
belajar menjadi do'a.

Postingan populer dari blog ini

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

PENGORBANAN SEBUAH JANJI...eps.3

PENGORBANAN SEBUAH JANJI...eps.4