Takdir Kenangan

Waktu kian begulir, menyusuri relung kehidupan yang penuh dengan jejak kenangan. Setiap langkah seolah mengusik ingatan yang lama terdiam, lalu memanggil namaku dari sudut-sudut sunyi yang tak pernah benar-benar kosong.

Bayangmu masih berdiri di sana, tak lekang oleh musim, tak luluh oleh jarak. Ia hadir tanpa suara, namun mampu memenuhi ruang hati yang selama ini berusaha kutenangkan.

Malam pun enggan berbisik. Ia memilih diam, membiarkan keheningan berbicara dengan caranya sendiri. Sementara purnama menggantung begitu terang di bentangan cakrawala, seakan mengetuk bibir gelas kaca yang memantulkan cahaya, menyisakan ingatan di setiap kilauannya."

Aku menyesap sunyi perlahan, berharap waktu mampu meluruhkan rindu yang tak kunjung menemukan muara. Namun setiap detik justru menghidupkan kembali wajah-wajah masa lalu, membuat langkahku kembali menyusuri jalan yang pernah kita lalui.

Mungkin begitulah takdir kenangan. Ia tak pernah meminta untuk dikenang, tetapi selalu menemukan jalan pulang ketika malam datang. Dan di bawah cahaya purnama yang tak pernah lelah menyinari bumi, aku belajar bahwa tidak semua yang telah pergi benar-benar meninggalkan hati. sebagian hanya berdiam, menunggu saat yang tepat untuk kembali menggetarkan jiwa.

Postingan populer dari blog ini

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

PENGORBANAN SEBUAH JANJI...eps.3

Dalam Sunyi yang Menghujam