Kau kobarkan api di gelas anggur
membuatnya pecah jadi serpihan bulan.
Aku mengutukmu dengan diam,
tapi lidahku terbakar oleh kata-kata yang tak terucap.
Sekarang kita hanya abu
yang saling menuduh angin.
Ruang perenungan dan ekspresi jiwa, tempat di mana kata-kata tumbuh dari rasa dan pengalaman hidup. Setiap tulisan adalah perjalanan batin yang menyentuh makna cinta, rindu, dan pencarian jati diri. Melalui blog ini, aku mengabadikan setiap kata dalam rasa, menjahit luka menjadi makna, dan merangkai harap di antara sunyi.
--- Pagi itu, udara terasa segar setelah hujan semalam. Embun masih menempel di ujung daun, dan suara ayam peliharaa...