Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

RINDU DI ANTARA BINTANG

Rindu yang aku pendam lama, tak pernah benar-benar kurasakan. Begitu juga dengan irama suaramu, kini semakin menjauh, terhempas bersama angin di waktu petang. Jiwa hampa terus memandang bintang-bintang, berharap dirimu ada di sana di antara cahaya yang redup namun setia. Rindu yang kau tinggalkan, tak berjejak, namun membekas perlahan. Aku menulis namamu di awan, tapi awan tak pernah diam, tak tahu cara kembali. Malam tak lagi bicara, bulan yang indah hanya diam, menyaksikan luka yang kutahan. Dan aku, masih di sini... menunggu sesuatu yang tak pasti. Dan jika waktu memaksaku melupakan, biarlah bintang-bintang jadi saksi bahwa aku pernah menunggu, lebih lama dari yang engkau kira.

gunung katombe

Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang pemuda bernama Tertakuterkuter. Ia dikenal pendiam, misterius, dan selalu membawa sabun setiap pagi. Bukan untuk mandi. Bukan untuk cuci tangan. Tapi untuk… membersihkan batang pohon pisang di belakang rumahnya. "Ini ritual, bukan sembarang bersih-bersih," katanya suatu hari ketika warga desa bertanya. Tak ada yang berani protes. Soalnya, setiap habis dia nyabunin batang pisang itu, selalu turun hujan lokal hanya di atas rumahnya. Suatu pagi, seperti biasa, Tertakuterkuter pergi belenha (beli sabun) di warung Mbok Juminah. Tapi saat kembali, dia terpeleset kulit pisang dan... masuk ke dimensi lain. Di sana, semua orang bernama seperti dia. Tertakuterkuter 1, Tertakuterkuter 2, Tertakuterkuter Junior… Semuanya hidup hanya untuk satu misi: Menyabuni batang pohon agar dunia tetap seimbang. Namun… Tanpa sengaja, Tertakuterkuter asli menyabuni batang yang tidak boleh disabuni. Akibatnya? Dunia mulai terbelah antara yang wangi sabun dan ya...