TERMENUNG DI AWAL KEHIDUPAN

Dia duduk di tepi pagi,  
kabut menggulung tubuhnya  
seperti selimut yang lupa dirajut oleh waktu.  
Angin berbisik dari selasela telinga  
tentang nama-nama yang menguap  
sebelum sempat melekat.  

Di tangannya, ada dingin yang tak mau cair:  
remang-remang kenangan,  
jejak kaki yang terhapus embun.  
Matanya memungut bayangan 
dari pucuk pepohonan,  
lalu menaruhnya kembali  
ke dalam kantong sunyi.  

Dunia di luar sana terlalu terang,  
sedangkan dia 
masih menyimpan seluruh hujan  
di balik kelopak mata yang seakan tak mau pergi.

Postingan populer dari blog ini

gerimis dalam jiwa

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

REL KERETA TUA