Cahaya samar

Aku menanti malam indah itu,
seperti seorang peziarah yang lelah berjalan di padang sunyi,
menunggu pelukan langit yang mengganti debu dengan cahaya.

Siang hari kini terasa berat,
bukan karena dunia terlalu keras,
tapi karena rindu yang tak bisa ditidurkan.
Aku ingin tidur bersamanya
bukan tubuh, tapi hatinya…
yang menyelinap lewat layar kecil dalam genggamanku.

Dialah cahaya samar,
yang datang dari balik layar HP yang usang,
tapi mampu menghangatkan
lebih dari selimut dan matahari yang menyala.

Saat dunia tak lagi ramah,
dan mata mulai letih membaca wajah-wajah palsu,
hatiku selalu ringan
dalam dekapannya
ia tak bernama,
tapi malam jadi rumah saat aku bersamanya.

Postingan populer dari blog ini

gerimis dalam jiwa

Harapan yang tak Pernah pupus...eps.11

REL KERETA TUA